PENERAPAN QR BARCODE TANAMAN BERKAYU UNTUK MEMUDAHKAN AKSES IDENTIFIKASI TANAMAN PADA CABANG DINAS KEHUTANAN WILAYAH SUMENEP
Oleh : Nurul Huda Amirul Latif
Salah satu peran dari pengendalian ekosistem hutan yaitu dengan menginventarisasi dan memberikan informasi kepada khalayak umum mengenai data tanaman kayu yang di inventarisasi. Adapun data tanaman kayu yang tercatat di kantor Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Sumenep telah tercatat sebanyak 20 jenis tanaman, akan tetapi sebagain besar masyarakat tidak mengetahui data tersebut dikarenakan minimnya pengetahuan masyarakat untuk mrngindentifikasi jenis tanaman tersebut dengan cepat dan mudah. Oleh sebab itu, di kantor Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Sumenep membuat sebuah inovasi pemberian barcode pada tanaman kayu tersebut agar masyarakat mudah mengidentifikasi jenis, nama latin, habitat, taksonomi, dan manfaatnya dengan cepat.
Menurut Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah merupakan dasar dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur yang merupakan unsur pelaksana Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Bidang Kehutanan untuk melaksanakan tugas membantu Gubernur melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi di bidang kehutanan serta tugas pembantuan, salah satu bentuknya yaitu memberikan informasi mengenai identifikasi tanaman hutan kepada masyarakat. Berdasarkan Peraturan Daerah tersebut, fungsi utama kantor Cabang Dinas Kehutanan dijadikan sumber dan bahan informasi yang valid oleh masyarakat. Akan tetapi, fungsi tersebut tidak berjalan dengan semestinya karena minim serta sulitnya akses informasi mengenai identifikasi jenis dan nama latin tanaman oleh masyarakat. Informasi yang tidak valid dikhawatirkan akan merugikan masyarakat tersebut karena setiap jenis kayu memiliki nilai komersil yang berbeda.
Tujuan dibuatnya QR Code pada tanaman berkayu di Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Sumenep Wilayah Kerja Kabupaten Sumenep yaitu:Tujuan Jangka Pendek :Tersedianya fasilitas QR Barcode pada 20 Jenis tanaman, Tujuan Jangka Menengah : Terlaksananya akses informasi jenis tanaman berkayu pada masyarakat, Tujuan Jangka Panjang : Masyarakat dapat mengakses informasi mengenai identifikasi jenis tanaman berkayu dengan cepat. Manfaat yang diharapkan yaitu : Manfaat Internal : Mengetahui tanaman berkayu disekitar kantor Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Sumenep. Manfaat Eksternal : Penyaji dapat belajar untuk menjadi lebih profesional, berkomitmen, beretika, dan berintegritas dalam memberikan informasi kepada masyarakat.
QR code terdiri dari titik-titik hitam dan spasi putih yang disusun dalam bentuk kotak, dan setiap elemennya memiliki makna tersendiri. Jadi, pada dasarnya QR code adalah salah satu teknologi yang sangat praktis dan banyak digunakan di jaman yang saat ini serba digital, untuk itu QR code menjadi suatu yang penting. Sebagian besar dari kita pun pasti sudah banyak menemukan QR code ini di berbagai tempat. QR code terdiri dari berbagai titik-titik dan suatu spasi yang sudah disusun kedalam bentuk kotak, dan setiap elemen di dalamnya juga memiliki arti masing-masing. Karena adanya elemen tersebut, maka membuat QR code lebih mudah untuk di scan oleh smartphone dan mampu menampilkan berbagai data ataupun informasi yang dimuat di dalamnya.
Identifikasi tumbuhan adalah menentukan namanya yang benar dan tempatnya yang tepat dalam sistem klasifikasi. Tumbuhan yang akan diidentifikasikan mungkin belum dikenal oleh dunia ilmu pengetahuan (belum ada nama ilmiahnya), atau mungkin sudah dikenal oleh dunia ilmu pengetahuan. Untuk identifikasi tumbuhan yang telah dikenal oleh dunia ilmu pengetahuan, memerlukan sarana antara lain bantuan orang, spesimen herbarium, buku-buku flora dan monografi, kunci identifikasi dan lembar identifikasi jenis. Flora adalah suatu bentuk karya taksonomi tumbuhan yang memuat jenis-jenis tumbuhan yang ditemukan dalam suatu wilayah tertentu.




