Selasa, 31 Januari 2023

 

 PENERAPAN QR BARCODE TANAMAN BERKAYU UNTUK MEMUDAHKAN AKSES IDENTIFIKASI TANAMAN PADA CABANG DINAS KEHUTANAN WILAYAH SUMENEP

Oleh : Nurul Huda Amirul Latif


Salah satu peran dari pengendalian ekosistem hutan yaitu dengan menginventarisasi dan memberikan informasi kepada khalayak umum mengenai data tanaman kayu yang di inventarisasi. Adapun data tanaman kayu yang tercatat di  kantor Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Sumenep telah tercatat sebanyak 20 jenis tanaman, akan tetapi sebagain besar masyarakat tidak mengetahui data tersebut dikarenakan minimnya pengetahuan masyarakat untuk mrngindentifikasi jenis tanaman tersebut dengan cepat dan mudah. Oleh sebab itu, di  kantor Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Sumenep membuat sebuah inovasi pemberian barcode pada tanaman kayu tersebut agar masyarakat mudah mengidentifikasi jenis, nama latin, habitat, taksonomi, dan manfaatnya dengan cepat.

Menurut Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah merupakan dasar dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur yang merupakan unsur pelaksana Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Bidang Kehutanan untuk melaksanakan tugas membantu Gubernur melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi di bidang kehutanan serta tugas pembantuan, salah satu bentuknya yaitu memberikan informasi mengenai identifikasi tanaman hutan kepada masyarakat. Berdasarkan Peraturan Daerah tersebut, fungsi utama kantor Cabang Dinas Kehutanan dijadikan sumber dan bahan informasi yang valid oleh masyarakat. Akan tetapi, fungsi tersebut tidak berjalan dengan semestinya karena minim serta sulitnya akses informasi mengenai identifikasi jenis dan nama latin tanaman oleh masyarakat. Informasi yang tidak valid dikhawatirkan akan merugikan masyarakat tersebut karena setiap jenis kayu memiliki nilai komersil yang berbeda.


Pengertian umum QR Code adalah suatu kode matriks dua dimensi yang didalamnya mampu menyimpan informasi hingga ribuan karakter alfanumerik. Berbeda dengan QR Code, Barcode adalah matriks satu dimensi yang hanya mampu menyimpan 20 angka saja. Itulah perbedaan dasar antara QR Code dan Barcode.Kode QR dipakai oleh khalayak karena lebih simpel dan praktis dari barcode biasa. Untuk membukanya hanya perlu pemindaian dengan smartphone dan mampu menyimpan banyak data.

Tujuan dibuatnya QR Code pada tanaman berkayu di Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Sumenep Wilayah Kerja Kabupaten Sumenep yaitu:Tujuan Jangka Pendek :Tersedianya fasilitas QR Barcode pada 20 Jenis tanaman, Tujuan Jangka Menengah : Terlaksananya akses informasi jenis tanaman berkayu pada masyarakat, Tujuan Jangka Panjang  : Masyarakat dapat mengakses informasi mengenai identifikasi jenis tanaman berkayu dengan cepat. Manfaat yang diharapkan yaitu : Manfaat Internal : Mengetahui tanaman berkayu disekitar kantor Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Sumenep. Manfaat Eksternal : Penyaji dapat belajar untuk menjadi lebih profesional, berkomitmen, beretika, dan berintegritas dalam memberikan informasi kepada masyarakat.

 


 QR code terdiri dari titik-titik hitam dan spasi putih yang disusun dalam bentuk kotak, dan setiap elemennya memiliki makna tersendiri. Jadi, pada dasarnya QR code adalah salah satu teknologi yang sangat praktis dan banyak digunakan di jaman yang saat ini serba digital, untuk itu QR code menjadi suatu yang penting. Sebagian besar dari kita pun pasti sudah banyak menemukan QR code ini di berbagai tempat. QR code terdiri dari berbagai titik-titik dan suatu spasi yang sudah disusun kedalam bentuk kotak, dan setiap elemen di dalamnya juga memiliki arti masing-masing. Karena adanya elemen tersebut, maka membuat QR code lebih mudah untuk di scan oleh smartphone dan mampu menampilkan berbagai data ataupun informasi yang dimuat di dalamnya.

 

 Identifikasi tumbuhan adalah menentukan namanya yang benar dan tempatnya yang tepat dalam sistem klasifikasi. Tumbuhan yang akan diidentifikasikan mungkin belum dikenal oleh dunia ilmu pengetahuan (belum ada nama ilmiahnya), atau mungkin sudah dikenal oleh dunia ilmu pengetahuan. Untuk identifikasi tumbuhan yang telah dikenal oleh dunia ilmu pengetahuan, memerlukan sarana antara lain bantuan orang, spesimen herbarium, buku-buku flora dan monografi, kunci identifikasi dan lembar identifikasi jenis. Flora adalah suatu bentuk karya taksonomi tumbuhan yang memuat jenis-jenis tumbuhan yang ditemukan dalam suatu wilayah tertentu.

 

Jumat, 06 Januari 2023

 HASIL HUTAN BUKAN KAYU   " GAHARU "

 Oleh : Nur Fadhilah Syahrawi, S. Hut

 


Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dari ekosistem hutan sangat beragam jenis sumber penghasil maupun produk serta produk turunan yang dihasilkannya. Sesuai dengan Lampiran Peraturan Menteri Kehutanan No. P.21/Menhut-II, 2009, jenis komoditi HHBK digolongkan ke dalam 2 (dua) kelompok besar yaitu :

  • HHBK Nabati meliputi semua hasil non kayu dan turunannya yang berasal dari tumbuhan dan tanaman.
  • HHBK Hewani ialah hasil non kayu yang berasal dari hewan.

Gaharu termasuk dalam Hasil Hutan Bukan Kayu kelompok Nabati Resin. Hasil hutan bukan kayu sangat berpotensi sebagai komoditas kehutanan. Hasil hutan bukan kayu dapat menyelamatkan eksploitasi terhadap sektor kehutanan ketika potensi hasil hutan bukan kayu dapat dimanfaatkan dengan baik. Manfaat kayu gaharu yang membuat nilai ekonomisnya bisa begitu tinggi antara lain :

1.       Bahan baku obat-obatan
2.       Aromaterapi
3.       Bahan baku parfum
4.       Bahan baku kosmetik
5.       Perlengkapan ritual keagamaan  (dupa, tasbih, patung)

Kayu gaharu merupakan kayu termahal di dunia saat ini. Meski namanya asing di telinga banyak orang, namun jenis kayu ini sangatlah berharga.Berbeda dengan kayu jati yang dikenal karena kekuatannya, kayu gaharu terkenal karena aromanya yang harum, sehingga banyak perusahaan parfum menggunakan kayu ini sebagai salah satu bahan untuk pembuatan parfum mereka. Dibandingkan dengan kayu jati, jenis kayu gaharu mungkin kurang populer di kalangan masyarakat umum. Mereka yang mengetahui seluk beluk kayu ini kebanyakan adalah orang yang pekerjaannya ada hubungannya dengan jenis-jenis kayu atau justru mereka yang bekerja di perusahaan parfum ternama.

Bagi kita, masyarakat awam, kayu gaharu mungkin tidak ada bedanya dengan jenis kayu lain. Namun dikalangan para pembuat parfum, kayu ini jauh lebih berharga dari batangan emas. Nyatanya kepopuleran kayu gaharu bukan hanya terjadi di masa modern seperti sekarang.

Kayu jenis ini nyatanya sudah sangat populer sejak ribuan tahun yang lalu.  Orang-orang dari peradaban kuno menggunakan minyak dari pohon gaharu sebagai parfum. Namun Salah satu yang membuat harga kayu gaharu jadi begitu mahal adalah, karena jenis kayu ini cukup langka. Pohon gaharu tidak bisa tumbuh disembarang tempat. Selain hanya tumbuh di kawasan Asia Tenggara dan Selatan, pohon ini juga hanya tumbuh di dataran tinggi dengan minimal 509 meter di atas permukaan laut.

Menariknya, pohon jenis ini termasuk pohon yang cepat sekali tumbuh. Di usia empat tahun, pohon gaharu sudah menghasilkan biji dan bunga. Namun menariknya, setiap pohon memiliki tingkat wangi yang berbeda bahkan meski aroma yang dihasilkan sama.

  MENGENAL PUPUK ORGANIK CAIR (POC) GUANO Penyusun : Nur Fadhilah Syahrawi, S.Hut   Pupuk organik kini sudah tak asing lagi bagi masya...