Selasa, 06 Desember 2022

FESTIVAL MANGROVE PROVINSI JAWA TIMUR KE – II :  KAMPANYE SEDEKAH OKSIGEN 

Oleh : Nur Fadhilah Syahrawi, S.Hut 

 


 

Mari terus-menerus menggaungkan sedekah oksigen. Kita akan terus menanam di mana saja dan mengajak semua bahwa menghadapi climate change dan global warming butuh semangat kebersamaan. Saat ini dunia tengah menghadapi perubahan iklim ekstrem yang berdampak pada pemanasan global di hampir seluruh penjuru dunia. Oleh karena itu, mari terus mengajak semua pihak untuk berkontribusi dalam memproduksi lebih banyak oksigen dengan menanam Mangrove.


Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur melalui CDK wilayah Sumenep pun akan selalu ikut berkontribusi dalam menanam mangrove. 2 Hari lalu, kami mengadakan Festival Mangrove Jawa timur Ke – II yang bertempat di POLTERA Kab. Sampang. Kegiatan Festival Mangrove Jawa Timur Terdiri dari berbagai Kegiatan, diantaranya :
 

1.     Penanaman Mangrove

2.     Pelepasliaran Burung  Air dan Kepiting 

3.     Penyerahan Hibah Alat Ekonomi Produktif (AEP) dan Bibit Tanaman Penghijauan. 

4.     Pameran Produk Unggulan KTH Mangrove dan UMKM 

5.     Bakti sosial pengobatan gratis Bagi masyarakat   

6.     Eduksi anak dan Kampanye pelestarian Mangrove  

7.  Deklarasi komitmen pegiat untuk penyelamatan ekosistem mangrove di Pulau Madura.

Festival Mangrove Jawa Timur ke - II merupakan program event yang dipersembahkan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Ibu Khafifah Indar Parawansa. Dalam sambutannya, Beliau menyampaikan bahwa langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen berkesinambungan menanam mangrove sebagai upaya sedekah oksigen kepada Dunia. Penanaman Mangrove dilakukan di 3 (tiga) tempat, yaitu :

1. Titik 1 - Poltera

2. Titik 2 - Track Taddan Mangrove Conservation

3. Titik 3 - sebelah barat RM. MAHKOTA

Pada event ini dilakukan penanaman bibit mangrove sebanyak 5.750 bibit dan 50 bibit Cemara yang ditanam langsung oleh Gubernur Jawa Timur, para undangan dan 700 relawan pegiat lingkungan yang hadir

 


Usai menanam mangrove, Khofifah melepas liarkan burung mangrove bersama Bupati Sampang H.Slamet Junaidi dan Wakil Bupati Bangkalan Mohni. Nama burung tersebut,  Burung Pecuk Padi Hitam Phalacrocorax sulcirostris). Burung tersebut berwarna hitam dengan kilau hijau. Satwa ini berasal dari Balai Besar KSDA Jawa Timur yang merupakan penyerahan LK PDTS Kebun Binatang Surabaya dan layak dilepasliarkan.



Dengan, Dilatarbelakangi rasa keprihatinan atas kondisi kawasan mangrove di wilayah pesisir Kabupaten Sampang yang memerlukan upaya rehabilitasi, komitmen serta sinergi multifihak, dan dalam rangka mitigasi perubahan iklim di Pulau Madura secara keseluruhan, maka dilakukan penandatanganan komitmen bersama para pegiat lingkungan. Pembacaan komitmen diwakili oleh FPRB Sampang. Adapun isi komitmen tersebut, sebagai berikut :

Pertama : Bersama para pihak terkait akan menjaga kelestarian ekosistem mangrove di wilayah Pulau Madura;

Kedua    : Bersama para pihak terkait akan melakukan pemulihan ekosistem mangrove melalui kegiatan penanaman kawasan mangrove yang rusak/kondisi mangrove jarang;

Ketiga    : Melakukan pendampingan pemberdayaan masyarakat setempat dalam pemanfaatan kawasan ekosistem mangrove, baik pemanfaatan ekonomi atas produk turunan mangrove maupun pemanfaatan jasa lingkungannya;

 

Sebanyak 49 lembaga pegiat lingkungan yang ikut serta dalam penandatanganan komitmen tersebut. Semoga jumlah ini tidak hanya akan berhenti di angka ini melainkan terus bertambah untuk kelestarian mangrove kita. Salam Lestari !!


Dokumentasi kegiatan :









  MENGENAL PUPUK ORGANIK CAIR (POC) GUANO Penyusun : Nur Fadhilah Syahrawi, S.Hut   Pupuk organik kini sudah tak asing lagi bagi masya...