Selasa, 12 April 2022


  MANFAAT INTANGIBLE HUTAN BAGI KEHIDUPAN

Disusun Oleh Nur Fadhilah Syahrawi, S.Hut

 

Didalam hutan dapat ditemui komponen- komponen yang menyusun diantaranya tumbuhan, binatang, serta organisme- organisme lainnya. Hutan alam dan Hutan rakyat memiliki perbedaan dalam unsur pembentuknya, karena hutan alam merupakan hutan yang dibiarkan apa adanya sedangkan hutan rakyat memang sengaja dibuat dan dimiliki oleh masyarakat. 

            Sebagai bagian dari bumi, hutan tentunya memiliki dampak yang sangat banyak. Dampak tersebut bisa berupa dampak yang dapat diukur dengan ekonomis atau tangible dan tidak diukur dengan nilai ekonomis atau intangible. Tangibel bisa juga berarti nilai yang dapat dihitung secara nyata atau dapat dinilai langsung manfaatnya, sebaliknya Intangibel adalah aset yang tidak dapat dihitung secara langsung manfaatnya. 
            Dalam Undang-undang nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan, hutan  mempunyai tiga fungsi, yaitu fungsi konservasi, fungsi lindung, dan fungsi  produksi. Selanjutnya pemerintah menetapkan hutan berdasarkan fungsi  pokoknya ada tiga, yaitu hutan konservasi, hutan lindung, dan hutan produksi. Departemen Kehutanan dan Perkebunan (1999) menerangkan hutan  lindung adalah hutan yang diperuntukan bagi perlindungan tata tanah dan air  bagi kawasan di sekitarnya.Oleh karena agar sumber daya hutan dapat dimanfaatkan secara optimal, maka kawasan hutan dibedakan menjadi beberapa kelompok berdasarkan fungsinya yakni fungsi pelindung, fungsi produksi dan fungsi lainnya. Hutan yang berfungsi sebagai pelindung merupakan kawasan yang keadaan alamnya diperuntukan sebagai pengatur tata air, pencegahan banjir, pencegahan erosi dan pemeliharaan kesuburan tanah. Hutan yang berfungsi produksi adalah kawasan hutan yang ditumbuhi oleh pepohonan keras yang perkembangannya selalu diusahakan dan dikhususkan  untuk dipungut hasilnya, baik berupa kayu-kayuan maupun hasil sampingan  lainnya seperti getah, damar, akar dan lain-lain. 
            Fungsi lain dari hutan adalah sebagai hutan konversi. Hutan ini diperuntukan untuk kepentingan lain misalnya pertanian, perkebunan dan pemukiman. Walaupun hutan mempunyai fungsi lindung, fungsi konservasi, dan fungsi produksi, namun fungsi utama hutan tidak akan berubah, yakni untuk menyelenggarakan keseimbangan oksigen dan karbon dioksida, serta untuk mempertahankan kesuburan tanah, keseimbangan tata air wilayah dan kelestarian daerah dari erosi (Arief, 2001) dalam karyarido.blogspot.
            Hutan Indonesia adalah paru – paru dunia. Hutan merupakan aset yang sangat berharga bagi bumi pada umumnya dan manusia pada khususnya. Manusia dan pepohonan hidup berdampingan dan saling menguntungkan satu sama lain. Banyak manfaat yang dirasakan dapat dinilai langsung atau bersifat ekonomis bagi kehidupan manusia. Sedangkan manfaat intangible hutan, diantaranya:

a.     Menghasilkan oksigen

Dalam fotosintesis, energi cahaya matahari bereaksi dengan enam molekul karbon dioksida (CO2) dan enam molekul air (H2O) untuk menghasilkan satu molekul glukosa (C6H12O6) dan enam molekul oksigen (O2). Dari hasil tersebut, satu pohon mampu menghasilkan 1.2 kg oksigen per hari.

 


b.   Membersihkan udara

Dalam sebuah penelitian di Amerika, disebutkan bahwa pohon diperkotaan mampu menyelamatkan rata-rata satu kehidupan per tahun di tiap kota karena pohon membersihkan udara dari partikel udara yang kotor. Dengan struktur tajuk dan kerimbunan dedaunan, debu, dan abu dapat menempel pada daun, yang di saat hujan akan tercuci oleh air hujan. Dari berbagai pengamatan yang dirangkum oleh Bianpoen (1977) diketahui bahwa kumpulan pohon yang terdapat di sebidang tanah seluas 300×400 m2 mampu menurunkan konsentrasi debu di udara dari 7.000 partikel/liter menjadi 4.000 partikel/liter.

c.     Mengendalikan suhu dan kelembaban

Jika hidup di perkotaan pasti merasakan bagaimana udara kala siang hari. Akan sangat berbanding terbalik apabila tinggal di pedesaan yang rindang dan ditumbuhi berbagai macam pepohonan. Menanam pohon ternyata dapat mengurangi terciptanya udara panas di perkotaan. Inilah salah satu alasan penting untuk menanam pohon di mana pun tempat tinggal kita. Pepohonan mampu membentuk mikroklimat yang sejuk, mengurangi kebisingan, mencegah silaunya sinar matahari, mengurangi bau busuk serta menyekat pemandangan yang kurang layak. Kegiatan metabolisme evapotrenspirasi tumbuhan akan menyebabkan suhu di sekitar tajuk menjadi lebih rendah dan kadar kelembapannya meningkat (diadaptasi dari Zoer’aini, 1988; (Adiningsih, 2002).

 

d.     Pengendali erosi, banjir, dan bencana alam

Pohon yang terdapat di hutan daerah dataran tinggi menyimpan sejumlah air yang besar dan akan mengalir menuruni bukit kemudian mengalir di sepanjang sungai. Jika tidak ada pohon, air itu akan mengalir tanpa hambatan karena tidak ada pohon yang turut menyerap air tersebut.

 


e.   Tempat tinggal satwa

Fungsi pohon juga digunakan oleh satwa sebagai tempat tinggal dan makanan mereka. Habitat ini mendukung berbagai kehidupan hewan untuk tetap menjaga populasinya agar tidak terjadi kepunahan.

 

 
f.     Fungsi Hidrologis

Selain sebagai penyedia oksigen, fungsi paling penting lain dari hutan adalah fungsi hidrologis. Maksudnya, hutan berfungsi untuk mengatur tata air. Fungsi ini termasuk juga fungsi untuk menyimpan air di dalam tanah serta mengatur peredarannya. Peredaran mata air tanah harus selalu diatur agar makhluk bisa memiliki pasokan air yang cukup untuk kehidupannya. Menurut penelitian, tegakan hutan yang berdaun jarum mampu membuat 60% air hujan terserap tanah, bahkan tegakan hutan yang berdaun lebar mampu membuat 80% air hujan terserap tanah.           
Perlu diketahui, air tanah yang sekarang ini kita nikmati sesungguhnya merupakan hasil resapan air hujan sekira 6.000 tahun lalu ketika areal serapan air masih sangat luas. Selain itu, akar pohon akan menahan tanah yang terkikis agar tidak masuk ke aliran sungai/saluran air yang akan menimbulkan endapan. Kemampuan inilah yang dapat mencegah terjadinya kekurangan air di musim kemarau dan banjir di musim hujan.

 

 

g.     Fungsi Orologis

Fungsi dari hutan selanjutnya dikenal dengan fungsi orologis. Maksud dari fungsi ini adalah hutan berfungsi untuk mencegah terjadinya erosi. Akar dari pohon-pohon di dalam hutan akan membantu menahan bunga tanah agar tidak hanyut dan menyebabkan terjadinya erosi. Selain itu, hutan juga akan membantu menjaga lapisan top soil (lapisan atas tanah). Lapisan tanah bagian inilah yang menentukan kesuburan tanah. Saat hujan, butir-butir air hujan tidak langsung menimpa permukaan tanah. Setelah ditahan oleh tajuk pohon selanjutnya ditahan oleh serasah yang berupa daun dan ranting kering. Dengan demikian tidak mengelupaskan dan memercikkan butir-butir lapisan tanah bagian atas, yang umumnya subur/tanah humus.

h. Fungsi Klimatologis

Tidak hanya memiliki fungsi yang berkaitan dengan air dan tanah, hutan juga memiliki fungsi yang berkaitan dengan udara, yaitu fungsi klimatologis. Maksud dari fungsi klimatologis ini adalah untuk mengatur iklim di atas bumi. Hutan dalam hal ini berfungsi untuk menjaga suhu udara. Jadi hutan akan mengatur suhu bumi agar tidak terlalu panas (tinggi) sehingga penguapan air tanah juga bisa dikurangi. Fungsi klimatologis hutan juga untuk menjaga kelembapan udaranya.

i.     Fungsi Estetika

Selanjutnya hutan juga memiliki fungsi estetika. Maksud dari fungsi ini adalah hutan bisa menjadi sumber rekreasi bagi manusia karena keindahannya. Hal ini terbukti dengan banyaknya hutan yang juga dimanfaatkan sebagai destinasi wisata.

i.      Fungsi Strategis (Pertahanan)

Fungsi terakhir dari hutan adalah untuk pertahanan ketika terjadi perang. Hutan yang difungsikan untuk pertahanan ini juga sudah diatur oleh kementerian pertahanan dan sifatnya sangat rahasia.

Secara ekologi, fungsi hutan adalah sebagai penyerap air hujan untuk mencegah terjadinya erosi. Hutan mempunyai peranan penting dalam mengatur aliran air ke daerah pertanian dan perkotaan, baik lokal, regional maupun global. Sebagai contoh, 50 % sampai 80 % dari kelembaban yang ada di udara di atas hutan tropik berasal dari hutan melalui proses transpirasi dan respirasi. Jika hutan dirambah presipitasi atau curah hujan yang turun akan berkurang dan suhu udara akan naik (Miller, 1993) dalam karyarido.blospot.

  

Daftar Pustaka :

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Tanaman

http://karyaarido.blogspot.com/2013/11/pengertianmamfaat-dan-fungsi-hutan.html

https://www.brilio.net/wow/4-pohon-ini-kaya-manfaat-ekonomi-lingkungan-terancam-punah-181129u.html

https://www.seputarpengetahuan.co.id/2020/03/manfaat-tumbuhan-bagi-manusia.html

https://www.liputan6.com/citizen6/read/3866907/jangan-sembarangan-tebang-ini-5-manfaat-pohon-bagi-kehidupan

https://www.geologinesia.com/2019/03/fungsi-hutan.html

https://bibitbunga.com/12-tanaman-sebagai-bahan-parfum-dan-kosmetik/

 

  MENGENAL PUPUK ORGANIK CAIR (POC) GUANO Penyusun : Nur Fadhilah Syahrawi, S.Hut   Pupuk organik kini sudah tak asing lagi bagi masya...