Rabu, 28 Juli 2021

Kopi Mangrove Produk Innovasi KTH Sabuk Hijau

 


Disusun oleh: Dewi Indah Miranti _ Penyuluh Kehutanan CDK Sumenep


Mangrove didefinisikan sebagai jenis hutan yang terdiri dari tumbuhan berkayu atau perdu, yang hidup pada pertemuan darat dan laut di garis pantai tropis dan subtropis. Pemanfaatan mangrove dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori utama. Pertama, mangrove sebagai daerah penyangga untuk melindungi pantai dari erosi, menstabilkan sedimentasi, dan menjernihkan air pantai yang tercemar. Kedua, mangrove menyediakan berbagai produk seperti kayu, bahan bakar, makanan, dan obat-obatan dan juga merupakan sumber senyawa bioaktif.

 Senyawa bioaktif digunakan tidak hanya untuk tujuan pengobatan, tetapi juga untuk konsumsi pangan fungsional. Senyawa bioaktif tersebut memiliki efek menguntungkan bagi kesehatan manusia, misalnya peran antioksidan. Antioksidan memiliki kemampuan untuk ‘melawan’ radikal bebas, yang menyebabkan banyak penyakit degeneratif. Beberapa sumber makanan dari mangrove, seperti hipokotil Kandelia candel dan bagian yang dapat dimakan dari buah Nypa fruticans (baik matang maupun mentah), memiliki aktivitas antioksidan karena adanya fenolat. Hal serupa juga dilaporkan, bahwa bagian yang dapat dimakan dari Rhizophora mucronata (tunas muda) menunjukkan aktivitas antioksidan yang kuat. Laporan tersebut menunjukkan bahwa eksplorasi lebih lanjut terhadap pangan yang berasal dari mangrove penting dilakukan, untuk menemukan variasi baru bahan pangan fungsional.

Gambar pohon dan bagian buah Rhizophora stylosa

 Rhizophora stylosa merupakan salah satu jenis dominan pada area mangrove di Indonesia. Spesies ini memiliki benih vivipar. Perkecambahan dan perkembangan anakan sebenarnya terjadi pada tanaman induk. Bibit yang sudah ‘matang’ akan digunakan untuk regenerasi hutan mangrove. Sedangkan, bagian buahnya digunakan sebagai bahan utama kopi mangrove oleh KTH Sabuk Hijau yang merupakan KTH binaan dari CDK Sumenep. Kopi mangrove diproduksi dalam skala home industry sejak tahun 2012. Kopi mangrove terdiri dari campuran buah mangrove, jahe, dan cabe jamu. Semua bahan baku tersebut diproses melalui tahapan pengeringan di bawah sinar matahari, roasting, dan grinding. Jahe dan cabe jamu merupakan bahan baku tambahan yang digunakan sebagai aromatik dan ‘memperkaya’ rasa kopi mangrove.

Berdasarkan pengalaman dari masyarakat lokal yang telah mengkonsumi kopi ini, merasakan adanya manfaat bagi tubuh mereka seperti meningkatkan kebugaran. Fenomena tersebut mengindikasikan bahwa terdapat kandungan senyawa kimia aktif dalam kopi mangrove. Hasil studi pre-kilinis pada tahun 2018 membuktikan kebenarannya, kopi mangrove mengandung senyawa kimia aktif berupa tannin yang berfungsi sebagai anti-oksidan dan bermanfaat dalam pencegahan diabetes (Miranti dkk, 2018).

Sumber Pustaka: The Bioactive Compounds and Antioxidant Activity of Food Products of Rhizophora stylosa Fruit (Coffee and Tea Mangrove). Miranti. DI, Ichiura. H, and Ohtani, Y. International Journal of Forestry Research Volume 2018, Article ID 2315329, 6 pages.


  MENGENAL PUPUK ORGANIK CAIR (POC) GUANO Penyusun : Nur Fadhilah Syahrawi, S.Hut   Pupuk organik kini sudah tak asing lagi bagi masya...