Disusun oleh: Dewi
Indah Miranti _ Penyuluh Kehutanan CDK Sumenep
Mangrove
didefinisikan sebagai jenis hutan yang terdiri dari tumbuhan berkayu atau
perdu, yang hidup pada pertemuan darat dan laut di garis pantai tropis dan
subtropis. Pemanfaatan mangrove dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori
utama. Pertama, mangrove sebagai daerah penyangga untuk melindungi pantai dari
erosi, menstabilkan sedimentasi, dan menjernihkan air pantai yang tercemar. Kedua,
mangrove menyediakan berbagai produk seperti kayu, bahan bakar, makanan, dan
obat-obatan dan juga merupakan sumber senyawa bioaktif.
Senyawa
bioaktif digunakan tidak hanya untuk tujuan pengobatan, tetapi juga untuk
konsumsi pangan fungsional. Senyawa bioaktif tersebut memiliki efek
menguntungkan bagi kesehatan manusia, misalnya peran antioksidan. Antioksidan memiliki
kemampuan untuk ‘melawan’ radikal bebas, yang menyebabkan banyak penyakit
degeneratif. Beberapa sumber makanan dari mangrove, seperti hipokotil Kandelia candel dan bagian yang dapat
dimakan dari buah Nypa fruticans (baik
matang maupun mentah), memiliki aktivitas antioksidan karena adanya fenolat.
Hal serupa juga dilaporkan, bahwa bagian yang dapat dimakan dari Rhizophora mucronata (tunas muda)
menunjukkan aktivitas antioksidan yang kuat. Laporan tersebut menunjukkan bahwa
eksplorasi lebih lanjut terhadap pangan yang berasal dari mangrove penting
dilakukan, untuk menemukan variasi baru bahan pangan fungsional.
Gambar
pohon dan bagian buah Rhizophora stylosa
Rhizophora stylosa merupakan salah satu
jenis dominan pada area mangrove di Indonesia. Spesies ini memiliki benih
vivipar. Perkecambahan dan perkembangan anakan sebenarnya terjadi pada tanaman
induk. Bibit yang sudah ‘matang’ akan digunakan untuk regenerasi hutan
mangrove. Sedangkan, bagian buahnya digunakan sebagai bahan utama kopi mangrove
oleh KTH Sabuk Hijau yang merupakan KTH binaan dari CDK Sumenep. Kopi mangrove
diproduksi dalam skala home industry
sejak tahun 2012. Kopi mangrove terdiri dari campuran buah mangrove, jahe, dan
cabe jamu. Semua bahan baku tersebut diproses melalui tahapan pengeringan di
bawah sinar matahari, roasting, dan grinding. Jahe dan cabe jamu merupakan
bahan baku tambahan yang digunakan sebagai aromatik dan ‘memperkaya’ rasa kopi
mangrove.
Berdasarkan
pengalaman dari masyarakat lokal yang telah mengkonsumi kopi ini, merasakan adanya
manfaat bagi tubuh mereka seperti meningkatkan kebugaran. Fenomena tersebut
mengindikasikan bahwa terdapat kandungan senyawa kimia aktif dalam kopi
mangrove. Hasil studi pre-kilinis pada tahun 2018 membuktikan kebenarannya,
kopi mangrove mengandung senyawa kimia aktif berupa tannin yang berfungsi
sebagai anti-oksidan dan bermanfaat dalam pencegahan diabetes (Miranti dkk,
2018).
Sumber
Pustaka: The Bioactive Compounds and Antioxidant Activity of Food Products of Rhizophora
stylosa Fruit (Coffee and Tea
Mangrove). Miranti. DI, Ichiura. H, and Ohtani, Y. International Journal
of Forestry Research Volume 2018, Article ID 2315329, 6 pages.