Senin, 09 Maret 2020

MITIGASI BENCANA MELALUI TEKNIK KONSERVASI TANAH DENGAN PENANAMAN RUMPUT VETIVER (Chrysopogon zizanioides L Roberty)


 (Materi Penyuluhan Siaran Radio Suara Pamekasan 96.6 FM - 05/02/2020)

Oleh : A Katri Atmodjo 



Potensi bencana alam di awal musim hujan dimana tanah yang lama kering dan diguyur hujan secara terus-menerus, sangatlah rentan mengalami pergerakan dan pergeseran ysng berakibat terjadinya erosi/longsor. Ditunjang pula dengan minimnya vegetasi yang berakibat kurangnya sistem perakaran akan membuat daya ikat penahan struktur tanah menjadi lemah. Hal ini dapat kita lihat melalui berita-berita tentang banjir dan tanah longsor yang terjadi di beberapa tempat di wilayah Madura baik itu Sampang, Pamekasan maupaun Sumenep.


Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Sumenep yang merupakan instansi yang bertanggung jawab terhadap pembangunan sektor kehutanan di Wilayah Madura telah melakukan upaya-upaya preventif terkait mitigasi bencana erosi sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Selain melalui kegiatan-kegiatan rehabilitasi dan konservasi CDK Wilayah Sumenep juga melakukan kegiatan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya tindakan pencegahan terjadinya bencana erosi sejak dini. Maka dari itu pada hari Kamis tanggal 5 Maret 2020, CDK Wilayah Sumenep melalui Kepala Seksi Rehabilitasi Lahan dan Pemberdayaan Masyarakat A. Katri Atmodjo didampingi oleh Yadi salah satu Penyuluh Kehutanan Ahli Madya melakukan program penyuluhan kehutanan kepada masyarakat secara on air melalui Siaran Radio Suara Pamekasan Indah 96.6 FM dengan tema “ Penerapan Teknik Konservasi Tanah dan Air Melalui Penanaman Vetiver sebagai Mitigasi Bencana”. Pemilihan tema tentang rumput vetiver / akar wangi (Chrysopogon zizanioides L Roberty) ini dilatarbelakangi oleh terjadinya proses erosi yang sangat akut di daerah hulu dan hulu tengah pada saat banjir yang ditengarai dengan  keruhnya air sungai di daerah hilir oleh endapan-endapan sedimentasi. Kegiatan penyuluhan melalui Siaran Radio ini mampu menjangkau seluruh masyarakat pelosok baik dalam maupun luar daerah sehingga diharapkan lebih efektif menerima informasi yang disampaikan.
Rumput vetiver di lahan miring rawan longsor
Kemampuan rumput vetiver (Chrysopogon zizanioides L Roberty) sebagai pilihan utama sebagai tanaman konservasi pertama kali dilakukan oleh Bank Dunia (World Bank) di India pada pertengahan tahun 1980. Rumput vetiver ini sangat direkomendasikan untuk ditanam di area-area dengan kemiringan ekstrim yang rawan erosi seperti dinding kanan kiri jalan tol, bibir sungai serta daerah bekas tambang karena memiliki system perakaran yang luar biasa yaitu mencapai 3-5 meter dan memiliki kemampuan yang setara dengan 1/6 kekuatan baja dengan diameter yang sama yaitu mencapai 75 megapaskal (Sumber : Ketua Kelompok Teknologi Perlindungan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) T. Sembiring). Maka tidak salah jika tanaman rumput vetiver ini disebut juga sebagai miracle grass.
Kelebihan lain dari rumput vetiver ini adalah mampu tumbuh dengan baik pada lahan berat (tanah bertekstur lempung/liat) yang bersifat asam, mengandung Mangan dan Alumunium, tanah bersalinitas tinggi banyak Natrium, bahkan mampu hidup pada tanah yang mengandung logam berat seperti As, Cd, Cr, Pb, Hg, Ni, Zn dan Se. (Sumber : Pedoman Teknis Rumpur Vetiver Kemen PU)

Presiden RI Ir. H Joko Widodo
Mitigasi bencana dengan penanaman vetiver/akar wangi (Chrysopogon zizanioides L Roberty) sebelumnya telah disampaikan oleh Presiden RI Joko Widodo saat menerima para pejabat kepala daerah di Istana Merdeka (8/1/2020) yang didampingi oleh Kepala BNPB Doni Munardo, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung. Kemudian ditindaklanjuti dengan kegiatan penanaman vetiver oleh Presiden RI secara langsung di Desa Pasir Madang, Sukajaya, Kabupaten Bogor (3/2/2020)



Kamis, 05 Maret 2020

Harjad pramuka


CDK WILAYAH SUMENEP SEDEKAH OKSIGEN DI PULAU OKSIGEN " GILI IYANG "



Ada yang tau apa itu "sedekah oksigen"?

Sesuai namanya, sedekah oksigen artinya menyumbang oksigen dengan cara menanam pohon di sekitar rumah dan lingkungan kita.

CDK Wilayah Sumenep mengunjungi salah satu destinasi wisata yang sangat unik beberapa waktu yang lalu di Kabupaten Sumenep, yaitu Pulau Oksigen " Giliyang."
Pulau Giliyang terkenal hingga seantero dunia sebagai pulau dengan tingkat oksigen tertinggi kedua di dunia.  Hasil penelitian LAPAN pada 2006, kadar oksigen berkisar 3,4 persen hingga 4,8 persen di atas normal. Bahkan pada tahun 2016, penelitian serupa dilakukan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sumenep. Hasilnya, Kandungan oksigen Pulau Giliyang di atas rata-rata wilayah lainnya, yakni 21 persen.
CDK Wilayah Sumenep memberikan bantuan secara swadaya kepada masyarakat di sekitar titik Oksigen yaitu berupa bibit buah - buahan seperti sirsak, klengkeng, alpukat, dan mangga. "Kami tergerak melakukan kegiatan tersebut di Giliyang dengan tujuan untuk menjaga kualitas oksigen yang selama ini sudah baik dengan menanam pohon dan juga agar masyarakat sekitar dapat memanfaatkan hasil buahnya. Bahkan ke depannya, kami akan membentuk Kelompok Tani Hutan sebagai salah satu bentuk pembinaan penyuluhan kehutanan demi tercapainya kelestarian lingkungan di Giliyang. " Tutur Kasubag TU CDK Wilayah Sumenep yang akrab dipanggil Gus Mamat.

Oh ya guys, perlu diketahui..
Satu pohon mampu menghasilkan 1,2 kilogram (kg) oksigen per hari. Sementara setiap orang perlu 0,5 kg oksigen per hari. Jadi, dengan kita bersedekah satu pohon ternyata kita secara tidak langsung bersedekah bagi kehidupan dua orang.
Mencintai lingkungan tidak perlu muluk - muluk, cukup dengan menanam pohon serta mengajak orang terdekat anda.
Lakukanlah dengan hati..
mulai dari diri sendiri..
Sekarang juga..

PENDAMPINGAN TEKNIS PEMBUATAN KEBUN BIBIT SEKOLAH

Dalam rangka mendukung Program Adiwiyata,  SMPN 1 Pademawu Kab. Pamekasan  melakukan Program Pembuatan Kebun Bibit Sekolah yang didampingi secara teknis oleh Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Sumenep. 


Kegiatan pendampingan teknis pembibitan ini dilaksanakan dalam 2 tahapan, yaitu diawali dengan  pemberian Materi Teknis Pembibitan pada tanggal 10 Februari 2020 dan dilanjutkan dengan kegiatan Praktek Pembibitan  pada tanggal 5 Maret 2020 di lokasi Greenhouse SMPN 1 Pademawu Kabupaten Pamekasan. 



Kami berupaya menanamkan kesadaran pentingnya menanam pohon kepada mereka sejak dini.
Let's do it.. Start small steps today, one day we can feel the benefit..

  MENGENAL PUPUK ORGANIK CAIR (POC) GUANO Penyusun : Nur Fadhilah Syahrawi, S.Hut   Pupuk organik kini sudah tak asing lagi bagi masya...