Kamis, 24 Oktober 2019

RANGKAIAN HARI JADI PROVINSI KE – 74 CDK WILAYAH SUMENEP KINI PENUH WARNA







Ada yang berbeda pada hari Jadi Provinsi Jawa Timur  yang ke – 74 di CDK Wilayah sumenep kali ini pasalnya dalam rangkaian kegiatan tersebut juga melibatkan para santri dan juga ananda PAUD. Moment ini dimanfaatkan untuk lebih mengenalkan kehutanan sejak dini.
Rangkaian acara yang pertama diselenggarakan pada tanggal 21 Oktober 2019 dalam bentuk  Lokakarya. Lokakarya yang memiliki tema “Peningkatan Kesadaran Pelestarian Lingkungan Hidup“ ini dilaksanakan di Madrasah Aliyah I Annuqoyah putri Guluk – guluk. Kultur Masyarakat Madura yang masih kental dengan ajaran agama islam menjadi dasar pemikiran untuk lebih mensyiarkan tentang penyuluhan kehutanan. Hal ini merupakan salah satu bentuk pendekatan yang mensinergikan ajaran agama (dakwah) dengan ilmu lingkungan pada masyarakat Madura melalui eksistensi Pesantren. Output dari kegiatan ini diharapkan mampu membentuk kesadaran para santriwati bahwa menjaga lingkungan kawasan hutan merupakan bagian dari ibadah yang pahalanya mengalir terus sehingga dapat mengimplementasikan dalam masyarakat secara kontinyu.


Dalam Materi “Kesadaran Dan Kepedulian Lingkungan Berbasis Humanisme Agama” yang disampaikan pada lokakarya menyimpulkan bahwa manusia dan lingkungan merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dilepaskan sehingga bersifat sirkuler. Sifat ini bermakna bahwa apapun yang dilakukan oleh manusia terhadap lingkungannya, akan memberikan dampak pada manusia itu sendiri sesuai dengan apa yang mereka lakukan terhadap lingkungannya. Dalil yang menguatkan hal tersebut tersurat dalam Al Quran surat Ar – Rum ayat 41 yang artinya telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan  karena perbuatan tangan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar. Pendidikan Agama dimaksudkan untuk pembinaan mental masyarakat agar terbina sikap saling peduli, perhatian  dan saling membantu untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Acara puncak dari perayaan hari jadi Provinsi Jawa Timur diselenggarakan di halaman kantor Cabang Dinas Kehutanan pada tanggal 24 Oktober 2019. Lomba Kolase ini terselenggara atas kerjasama CDK Wilayah Sumenep dengan PAUD H. I El Fath dengan mengusung tema “ Mengenal Satwa dan habitatnya “. Acara Lomba kolase ini dimeriahkan oleh 30 (tiga puluh) sekolah PAUD di lingkungan Kecamatan Kota Sumenep. 
Acara dibuka oleh RB. Ach. Murtada, S.Hut, MP selaku KSBTU CDK Wilayah Sumenep mewakili kepala CDK. Dalam sambutannya, beliau menegaskan tentang pentingnya pendidikan tentang lingkungan pada usia dini dan menumbuhkan kreativitas pada diri anak. Setelah acara tersebut dilanjutkan dengan acara pemotongan tumpeng bersama seluruh ASN CDK Wilayah Sumenep dan perwakilan Dharma wanita. Adapun para pemenang lomba kolase ini ialah :
  1. Juara 1 :  Khanza Nur Syafiyyah Bavi  (PAUD Idaman Al Munawarah)
  2. Juara 2 :  Alya Mahninatul Wardah  (PAUD Rumah Pintar)
  3. Juara 3 : Novira Izzati Fatihan (TK Negeri Pembina)
  4. Harapan 1 : Dedy Kurniawan ( TK Sartika)
  5. Harapan 2 : Shafiyah Nathania (TK. Pertiwi)
  6. Harapan 3 :  Hafiza Khoiru Lubna (PAUD H.I Nur Indria)

Kami ucapkan selamat kepada para ananda yang telah mendapatkan juara dan ucapan terimakasih juga pada yang telah berpartisipasi dalam lomba. Dan sebagai wujud rasa syukur kami, setiap sekolah yang berpartisipasi dalam kegiatan ini diberikan bibit gratis untuk penghijauan sekolahnya. Semoga perayaan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur yang akan datang dapat lebih semarak lagi. SELAMAT HARI JADI PROVINSI JAWA TIMUR, JAWA TIMUR CETTAR..

Selasa, 25 Juni 2019

PENINGKATAN KAPASITAS KELOMPOK TANI HUTAN DALAM PEMBANGUNAN KEHUTANAN DI ERA MILENIAL



Milenial adalah Sebutan untuk generasi muda di zaman sekarang yang identik dengan manusia modern, kekinian, dan menyukai apa saja yang berbau teknologi canggih. Dalam pesatnya perkembangan IPTEK seperti yang terjadi pada saat ini terutama dalam hal komunikasi dan informasi, maka secara otomatis menyebabkan pergeseran peradaban manusia. Oleh karenanya, SPKP (Sentra Penyuluhan Kehutanan Pedesaan) “Lestari” berinisiatif menggelar sebuah sarasehan/lokakarya yang pesertanya adalah pelaku utama dan pelaku usaha yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH) kecamatan Manding dan Kecamatan Gapura, yang merupakan keterwakilan dari 20 KTH.

Acara tersebut dibuka oleh A.Katri Atmojo (Kasi RLPM CDK Wilayah Sumenep) mewakili Kepala CDK Wilayah Sumenep. Dalam sambutannya, beliau memaparkan bahwa CDK Wilayah Sumenep sangat mengapresiasi kegiatan yang di prakarsai oleh SPKP ini. Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas SDM demi menunjang kelancaran pelaksanaan pembangunan kehutanan di tingkat tapak. Beliau juga berharap kegiatan ini tidak hanya sekali ini saja melainkan bisa kontinyu dan diikuti oleh kecamatan lainnya.
Materi yang diangkat dalam lokakarya adalah mengenai kelola kawasan dan kelola usaha. Narasumber adalah penyuluh kehutanan CDK Wilayah Sumenep, yaitu Nur Fadhilah Syahrawi, S.Hut (Aplikasi Android Pendukung Pembangunan Kehutanan), Zainur, SP (Budidaya Lebah Madu), dan Deska Ari Kurniyanti, S.Hut (Agroforestry) serta Miftahol Arifin, SP sebagai Moderator.


Berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.57/Menhut-II/2014 tentang Pedoman Pembinaan Kelompok Tani Hutan apabila kelompok Tani Hutan pemula ingin naik kelas menjadi Kelompok Tani Hutan Madya, maka KTH harus memiliki hasil penilaian antara 350 - 700 sehingga selain kuat di kelembagaan KTH juga diperkuat pada kelola kawasan dan kelola usahanya.

Pembinaan kelola kawasan meliputi pemahaman terhadap batas wilayah kelola, aktivitas kelompok dalam melakukan rehabilitasi (penanaman lahan kritis/kosong/tidak produktif, turus jalan, kanan kiri sungai),  pemanfaatan wilayah kelola sesuai dengan potensi, peningkatan kesadaran, kemauan dan kemampuan dalam pelestarian hutan dan konservasi sumber daya alam, dan/atau pencapaian pengelolaan hutan lestari yang antara lain perolehan sertifikat pengelolaan hutan lestari. Dalam hal ini, materi dasar yang diberikan adalah Aplikasi Android Pendukung Pembangunan Kehutanan yang menjelaskan tentang beberapa aplikasi yang digunakan dalam pemahaman batas wilayah kelola dan pemanfaatan wilayah kelola.
Pembinaan aspek kelola usaha dapat dilakukan melalui pendampingan dalam kegiatan penyusunan rencana dan analisis usaha bidang kehutanan, penguatan manajemen usaha tani, pengembangan diversifikasi usaha produktif kehutanan lainnya, penyelenggaraan temu usaha KTH dengan pelaku usaha, pengembangan kerjasama, jejaring kerja dan kemitraan dengan pelaku usaha, peningkatan akses informasi dan teknologi dari berbagai sumber, dan/atau mendorong pembentukan badan usaha/koperasi.
Dengan adanya kegiatan lokakarya tersebut, Harapannya dapat menambah wawasan, mengubah mindset, sikap dan prilaku pelaku utama dan pelaku usaha dalam mendukung pembangunan kehutanan serta peserta yang hadir mampu menggetuktularkan informasi yang didapat terhadap masyarakat di lingkungannya masing - masing. 

  MENGENAL PUPUK ORGANIK CAIR (POC) GUANO Penyusun : Nur Fadhilah Syahrawi, S.Hut   Pupuk organik kini sudah tak asing lagi bagi masya...